SOSIALISASI PENGEMBANGAN FITUR PROGNOSA DI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

Biro Perencanaan dan Keuangan dalam hal ini Bagian Keuangan menyelenggarakan Sosialisasi Pengembangan Fitur Prognosa dalam Sikeu (10/01/2019) di Gedung Rektorat Unnes. Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan dalam laporannya menyampaikan bahwa hadir dalam acara ini 69 peserta yaitu Pengelola Keuangan di Lingkungan Universitas Negeri Semarang (yang terdiri dari staf PPK, Kasubbag Keuangan, BPP, dan Operator Sikeu). Kemudian Kepala Bagian Keuangan UNNES Suharyanta, S.Pd., M.Pd. menyampaikan tentang perubahan kebijakan oleh Kementerian Keuangan terkait dengan Uang Persediaan, Kementerian Keuangan menerapkan kebijakan baru bahwa alokasi Uang Persediaan adalah 60 persen tunai dan 40 persen kartu kredit sesuai PMK No 178/PMK.05/2018. Kebijakan ini diambil dalam rangka meminimalisasi penggunaan uang tunai dalam transaksi keuangan negara, meningkatkan keamanan dalam transaksi, mengurangi potensi fraud dari transaksi secara non tunai dan mengurangi cost of fund/idle cash dari penggunaan uang persediaan.

Masuk ke materi inti, dilanjutkan dengan Sosialisasi Pengembangan Fitur Prognosa, yaitu pengenalan beberapa fitur baik fitur baru maupun peningkatan dari fitur sebelumnya yang telah dikembangkan oleh Tim UTP TIK dan Bagian Keuangan yang dipandu oleh Kasubbag Anggaran PNBP, Herlina, S.Pd., Khaerul Anam(Bag Keu) dan Kholiq Budiman (UPT TIK). Pengembangan fitur ini merupakan hasil dari evaluasi tahun sebelumnya maupun feedback dari pengguna Sistem Informasi Keuangan di lingkungan Universitas Negeri Semarang. Pengembangan fitur prognosa ini akan akan dilakukan secara berkesinambungan dengan harapan memberikan kemudahan dan meningkatkan kenyamanan pengguna.

Ada beberapa hal yang ingin dicapai melalui pengembangan fitur prognosa. Diharapkan fitur prognosa dapat digunakan baik oleh Pengelola Keuangan maupun non Pengelola Keuangan, dalam hal ini pimpinan. Selain itu, ada beberapa manfaat pengembangan fitur prognosa ini diantaranya dapat digunakan oleh Bendahara terkait perencanaan kas; Monitoring bagi Pimpinan Unit maupun pengelola keuangan sendiri; untuk kebutuhan penyusunan laporan kegiatan dalam e-monev di Sub Bagian Evaluasi Pelaksanaan Program dan Anggaran (EPPA); Untuk kebutuhan penyusunan RBA tahun yang akan datang. Lebih lanjut, diharapkan anggaran dapat dikelola secara sistematis, sehingga sasaran tercapai dengan tetap mempertimbangkan faktor efisiensi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *